Kertajaya Memaksa Brahmana untuk Menyembahnya(Kerajaan Kediri)

Kertajaya Memaksa Brahmana untuk Menyembahnya (One Click Seo) – Raja Kediri Kertajaya alias Dangdang Gendis (memerintah 1194-1222) menyatakan diri sebagai dewa dan memerintahkan rakyat dan para pemuka agama menyembahnya. Kelakuannya tak seperti leluhurnya, Airlangga, pendiri kerajaan Kahuripan, yang terkenal karena toleransi beragama antara Budha dan Hindu. Tak terima kelaliman Kertajaya, banyak kaum brahmana melarikan diri.

Baca Juga (Situs Permainan, Daftar Dan Aplikasi Rajaqq)

“Para brahmana yang berpengaruh lari ke timur untuk beraliansi dengan Ken Arok, perebut tahta dari Janggala,” tulis Ann R. Kinney dalam Worshipping Siva and Buddha: The Temple Art of East Java. Perang besar terjadi pada 1222, pasukan Kertajaya kalah. Ken Arok lalu mendirikan Kerajaan Singasari sembari meneruskan tradisi toleransi beragama Kediri.

Negara Rusia Kerja Sama Pariwisata Dengan Makassar

Negara Rusia Kerja Sama Pariwisata Dengan Makassar (One Click Seo) – Pemerintah Rusia melakukan penjajakan dengan Pemerintah Kota Makassar untuk penguatan kerja sama perdagangan, pariwisata dan investasi demi terciptanya kesejahteraan masyarakat.

“Hari ini kami datang ke sini untuk melakukan pembicaraan lanjutan mengenai penguatan kerja sama yang sudah dibahas sebelumnya,” ujar Duta Besar Indonesia untuk Federasi Rusia, Wahid Supriyadi di Makassar, Jumat.

Dia mengatakan, kerja sama pariwisata, perdagangan dan investasi yang sedang dalam penjajakan dan penguatan ini bagian dari program pengembangan kota kembar atau “sister city”.

Wahid menyebutkan, Makassar akan berpartisipasi dalam Festival Indonesia yang akan diselenggarakan 4-6 Agustus 2017 mendatang di Moscow, Rusia.

“Makassar akan ikut ambil bagian dalam Festival Indonesia yang akan digelar tanggal 4 sampai 6 Agustus di Moscow. (baca juga : Sewa Mobil Makassar) Makanya, kita datang ke sini untuk membahas semua hal yang berkaitan dengan program sister city,” katanya.

Dikatakannya, Festival Indonesia yang akan berlangsung tanggal 4-6 Agustus tersebut diharapkan dapat dikunjungi 90 ribu warga Rusia. Bentuk kegiatan selama festival antara lain temu bisnis, pameran dan pentas budaya Indonesia.

Menurut dia, peluang pasar Rusia yang dapat dimanfaatkan Indonesia sangat besar, antara lain melalui Festival Indonesia kedua ini. KBRI Moskow juga telah mengundang para peserta dari Indonesia untuk ambil bagian dalam festival tersebut.

“Kita berharap festival dapat memberikan hasil nyata untuk peningkatan nilai ekspor Indonesia ke Rusia, peningkatan investasi dan wisatawan Rusia ke Indonesia juga jadi hal penting,” sebutnya.

Wali Kota Makassar Moh Ramdhan Pomanto yang menerima rombongan Dubes RI untuk Rusia ini mengaku senang dan apresiatif karena KBRI telah melaksanakan program seperti Festival Indonesia yang membuka peluang Makassar (baca juga : Rental Mobil Makassar) untuk bisa memperkenalkan budaya dan kulinernya.

“Ini adalah peluang bagus untuk kita perkenalkan secara luas ke mancanegara semua potensi yang dimiliki Makassar. Di Eropa seperti Spanyol, Makassar sudah dua kali diundang hanya untuk membuatkan festival budaya dan kuliner,” jelasnya.

Sumber : Antara

Terima kasih telah membaca artikel Negara Rusia Kerja Sama Pariwisata Dengan Makassar jangan lupa baca juga artikel dan berita menarik lainnya.