Mengenal Plus Minus Teknologi Cloud Computing System

Perkembangan teknologi informasi memang sudah sangat pesat. Termasuk dalam hal penyimpanan data komputer, kini sudah tak perlu lagi pusing-pusing memikirkan komputer server berkapasitas besar. Apalagi untuk kepentingan bisnis dengan lalu lintas data yang tinggi. Sebab kini sudah ada teknologi cloud Indonesia.

Cloud atau bila diartikan dalam bahasa Indonesia adalah awan, adalah gumpalan uap air yang mengapung dilangit. Tetapi apakah “Awan” yang kita maksud yaitu hal yang sekian? Sudah pasti tidak. Tehnologi Cloud yaitu satu penemuan manusia yang menghubungkan satu alat dengan alat yang beda lewat satu jaringan yang besar yang sama-sama tersambung (internet).

Tehnologi Cloud Indonesia sekarang ini banyak pengaplikasiannya baik dalam sisi Hardware atau Software. Jadi contoh yaitu web Universitas On-line, kita bisa memakai chat, message dengan realtime serta simultan. Ini adalah satu aplikasi dari pada tehnologi Cloud. Serta di bawah ini saya juga akan cobalah membagikan sebagian kelebihan serta kekurangan waktu kita memakai cloud computing system :

Kelebihan Cloud Computing System

Uraian tentang keuntungan yang didapat dalam pemakaian Cloud Indonesia :

  1. Keuntungan untuk beberapa pebisnis yaitu minimalisasi cost investasi infrastruktur umum hingga usaha dapat lebih terlalu fokus pada segi perananonalitasnya.
  2. Untuk application developer, service cloud sangat mungkin pengembangan serta implementasi aplikasi secara cepat hingga tingkatkan produktivitas.
  3. Untuk beberapa praktisi yang bergerak di industri TI, hal semacam ini bermakna terbukanya pasar baru untuk industri layanan pengembangan tehnologi info.
  4. Untuk pelaku bisnis di bagian infrastruktur, hal semacam ini adalah kesempatan yang besar karna dengan meningkatnya pemakaian service cloud ini juga akan tingkatkan pemakaiaan bandwidth internet.
  5. Integrasi aplikasi dengan beragam piranti.

Kekurangan Cloud Computing System

Kemungkinan yang perlu dihadapi user dalam pemakaian Cloud Indonesia ini diantaranya :

  1. Service level, berarti peluang service performance yang kurang berkelanjutan dari provider. Inkonsistensi cloud provider ini mencakup, data protection serta data recovery.
  2. Privasi, yang bermakna ada kemungkinan data user juga akan dibuka oleh orang yang lain karna hosting dikerjakan dengan bersama.
  3. Compliance, yang merujuk pada kemungkinan ada penyimpangan level compliance dari provider pada regulasi yang diaplikasikan oleh user.
  4. Data ownership, merujuk pada kemungkinan kehilangan kepemilikan data demikian data disimpan dalam cloud.
  5. Data mobility, yang merujuk pada peluang berbagi data antar cloudservice serta langkah peroleh kembali data bila satu waktu usermelakukan sistem terminasi pada service cloud Computing.